RIAU.WAHANANEWS.CO, Kampar – Dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Thaka Sukses Mandiri, sebuah perusahaan pengolahan wood pellet di Kabupaten Kampar, menjadi sorotan. Sejumlah pekerja mengaku kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan bukan lagi peristiwa yang asing, bahkan disebut telah mengakibatkan beberapa karyawan mengalami cacat permanen.
Seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi sejumlah insiden kerja yang berujung pada luka berat.
Baca Juga:
Kelompok Tani Protes Eksekusi Lahan Tol Pekanbaru–Rengat, Soroti Dugaan Pelanggaran Hak Warga
"Di sini sering terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan cacat permanen. Sepengetahuan saya, dalam kurun waktu tiga tahun belakangan sudah ada beberapa karyawan yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja. Ada yang disebabkan oleh mesin, ada juga karena luka bakar," ujarnya kepada awak media.
Tak hanya itu, narasumber juga menyoroti minimnya fasilitas alat pelindung diri (APD) yang diterima pekerja, khususnya pekerja harian lepas.
"Di sini, khususnya pekerja harian lepas, sangat minim mendapatkan alat pelindung diri, terutama seragam kerja dan sepatu safety. Bahkan APAR saja letaknya hanya di pos security. Bapak datang saja langsung ke pabrik," katanya.
Baca Juga:
Masyarakat Terdampak Tol Pekanbaru–Rengat Minta Kepastian Ganti Rugi, PT Hutama Karya dan Irwasda Polda Riau Jelaskan Mekanisme Penyelesaian
Saat ditanya mengenai bentuk kecelakaan yang pernah terjadi, ia kembali menyampaikan dugaan adanya korban dengan luka serius.
"Setahu saya, ada yang mengalami luka bakar dan ada juga yang tangannya sampai buntung akibat kecelakaan kerja di pabrik ini," pungkasnya.
Sebagai industri pengolahan wood pellet, aktivitas operasional perusahaan memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi. Potensi bahaya seperti debu kayu yang mudah terbakar, suhu panas, hingga penggunaan mesin berkapasitas besar menuntut penerapan standar K3 yang ketat.