Menurutnya, kondisi seperti ini tidak seharusnya terjadi apabila anggaran pemeliharaan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, jumlah siswa yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah tersebut mencapai 235 siswa. Pada tahun anggaran 2025, sekolah disebut telah mengalokasikan dana sebesar Rp44.032.150 untuk pos pemeliharaan sarana dan prasarana.
Baca Juga:
Kondisi Ruang Kelas SDN 011 Kepenuhan Hulu Masih Memprihatinkan, Disdik Rokan Hulu Dinilai Abai
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang bertolak belakang.
“Dengan jumlah anggaran pemeliharaan sebesar itu, seharusnya kondisi fasilitas sekolah sudah jauh lebih baik. Tapi yang kami lihat justru banyak meja dan kursi siswa yang sudah jebol dan tidak layak pakai. Ini tentu memunculkan pertanyaan besar, ke mana sebenarnya anggaran pemeliharaan tersebut digunakan,” lanjut Rudi.
Ia juga menyoroti kondisi fasilitas toilet bantuan dari Dinas Pendidikan yang dinilai tidak terawat dengan baik.
Baca Juga:
Dugaan Pemerasan Oknum Satpol PP Rohul, Kapolres Diminta Segera Tindaklanjuti Laporan Warga
“Bantuan WC dari dinas pendidikan yang seharusnya menjadi fasilitas penting bagi siswa malah terlihat tidak terurus. Kondisinya bahkan lebih menyerupai tempat pembuangan sampah daripada toilet yang layak digunakan,” tambahnya.
LSM tersebut juga mengungkap adanya kejadian yang dinilai janggal saat tim investigasi hendak meninggalkan lokasi sekolah.