RIAU.WAHANANEWS.CO, - Sumatera Barat
Politeknik Pelayaran Sumatera Barat kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan permainan kelulusan yang menyeret nama sejumlah oknum di lingkungan kampus tersebut. Ironisnya, dugaan itu mencuat justru setelah ratusan siswa melaksanakan wisuda dan mengikuti rangkaian ujian pada 6 April hingga 25 April 2026.
Baca Juga:
Polda Sumbar Siapkan 81 Posko Pengamanan, Mudik Lebaran 2026 Dipastikan Lebih Aman
Informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber menyebutkan, para siswa sejak awal diduga telah dibebani berbagai biaya yang tidak sedikit. Bahkan, muncul dugaan adanya praktik percaloan yang bermain di balik proses pendidikan dan kelulusan di kampus pelayaran tersebut.
Kekecewaan memuncak ketika para siswa yang telah mengenakan toga dan mengikuti wisuda pada 9 Mei 2026 mendadak menerima pengumuman bahwa mereka dinyatakan tidak lulus. Para siswa mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya terkait kemungkinan gagal lulus.
“Setelah wisuda selesai baru diumumkan banyak yang tidak lulus. Yang lulus hanya segelintir orang dan katanya ada yang memakai ‘jalur langit’,” ungkap salah seorang siswa kepada awak media.
Baca Juga:
Libatkan Ribuan Personel, Polda Jambi Gelar Aksi Korve Massal Serentak
Istilah “jalur langit” diduga menjadi kode praktik suap untuk memuluskan kelulusan. Sejumlah nama disebut-sebut berperan sebagai perantara yang menawarkan bantuan kepada siswa agar dapat dinyatakan lulus dengan imbalan uang tertentu.
Berdasarkan informasi yang diterima, siswa yang dinyatakan tidak lulus diwajibkan mengikuti ujian ulang dengan biaya Rp150 ribu per mata pelajaran. Beberapa siswa bahkan disebut harus mengulang hingga 15 mata pelajaran. Kondisi ini memicu dugaan bahwa ketidaklulusan bukan lagi murni persoalan akademik, melainkan telah berubah menjadi “ladang bisnis” berkedok evaluasi pendidikan.
Lebih memilukan lagi, mayoritas siswa mengaku telah menguras tabungan keluarga demi menyelesaikan pendidikan. Mulai dari biaya pendaftaran, uang masuk, biaya ujian, hingga biaya wisuda, seluruhnya telah dibayarkan.