berkelanjutan sebagai tanggung jawab para anggota RSPO, juga membutuhkan dukungan dari aparatur negara
produsennya.
Selain itu, keberadaan minyak sawit berkelanjutan, juga butuh Tanggung jawab semua pihak dan
mendengarkan masukan dari berbagai pihak.
Baca Juga:
Mentan Amran Sebut Hilirisasi Komoditas Sawit Cs, Dongkrak Ekonomi RI Hingga Rp35.000 Triliun
“Dengan mendengar masukan dari banyak pihak, maka RSPO mendapatkan peluang dan tantangan bagi pengembangan minyak sawit berkelanjutan,” kata JD Cruz, mengutip InfoSAWIT, Selasa (21/11/2023).
Dengan memperhatikan masukan dari berbagai pihak, para pemangku kepentingan yang tergabung dalam RSPO dapat bersama-sama berkontribusi.
“RSPO juga mencari solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pengembangan minyak kelapa sawit berkelanjutan,” ungkap JD.
Baca Juga:
Skandal Ekspor Sawit Melebar ke Bank, Kejagung Mulai Bongkar Aliran Transaksi Besar
Pengembangan minyak kelapa sawit berkelanjutan melalui pendekatan yuridis dianggap sebagai solusi kolektif untuk mengatasi kendala-kendala yang selama ini menjadi hambatan.
Keterlibatan pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan menjadi fokus dalam pendekatan yuridis ini.
Pendekatan yuridis dapat diimplementasikan dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya mengembangkan sertifikasi berkelanjutan.