“Kalau dana setoran yang saudara ingin tahu, bisa saya jelaskan. Datang saja jumpai saya. Pertanyaannya, sanggup saudara memenjarakan pengurus yang tidak jelas itu? Saya mendukung. Jangan orang yang makan nangka saya yang dapat getahnya, bos. Kami yang minta dana PETI baru satu minggu berjalan. Minggu ini masuk minggu kedua. Silakan saudara pertanyakan pengurus sebelum kami,” ujar Sutia saat dihubungi awak media.
Lebih lanjut, Sutia juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa keberatan karena banyak pihak yang datang kepadanya untuk meminta uang.
Baca Juga:
Karyawan Kebun dan Kelompok Diduga Pencuri Sawit Nyaris Bentrok di Lubuk Batu Jaya
“Kami ini kerja berproses. Kalau setiap hari orang datang ke saya meminta uang, manalah saya kuat,” tambahnya.
Namun ketika awak media meminta penjelasan lebih lanjut mengenai siapa saja pihak yang datang kepadanya untuk meminta uang, Sutia memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan tambahan.
Sementara itu, aparat kepolisian setempat diketahui sebelumnya telah melakukan langkah penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Peranap. Beberapa waktu lalu, jajaran kepolisian melakukan razia terhadap aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan sungai.
Baca Juga:
Klarifikasi Terkait Sengketa Lahan Simarmata, Aris Syahputra Bantah Terlibat Jual Beli Tanah
Dalam operasi tersebut, aparat menemukan sejumlah ponton yang sedang melakukan aktivitas penambangan dan langsung melakukan tindakan tegas dengan memusnahkan lima unit ponton yang kedapatan beroperasi. Para penambang yang berada di lokasi saat itu juga diberikan imbauan agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan emas secara ilegal.
Menanggapi informasi yang kembali beredar di masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI yang masih berlangsung, awak media kemudian melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolsek Peranap.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kapolsek Peranap, Yofi Ferdian, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan langsung melakukan pemantauan serta penyelidikan di lapangan.