RIAU.WAHANANRES.CO - Indragiri Hulu
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Kuantan Tenang, Desa Baturijal Hulu, kembali menjadi sorotan. Berdasarkan hasil penelusuran awak media, bentangan sungai tersebut kini dipenuhi ratusan rakit atau ponton yang digunakan untuk aktivitas tambang ilegal.
Baca Juga:
Ketua IWO Inhu Kecam Pencatutan Nama Media dalam Isu Pungli PETI di Peranap
Dari pantauan di lapangan, diperkirakan terdapat sekitar 400 unit ponton PETI yang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Kuantan Tenang. Aktivitas tersebut menggunakan berbagai jenis peralatan, mulai dari mesin dompeng hingga mesin sejenis Robin, yang beroperasi hampir tanpa henti.
Selain persoalan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut adanya dugaan sistem pengelolaan terstruktur dalam aktivitas ilegal tersebut. Salah satunya terkait penunjukan seorang koordinator yang bertugas mengumpulkan dana dari para penambang.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sosok bernama Sutia yang diduga menjadi koordinator baru dalam pengumpulan dana dari para pelaku PETI.
Baca Juga:
Karyawan Kebun dan Kelompok Diduga Pencuri Sawit Nyaris Bentrok di Lubuk Batu Jaya
“Benar adanya Sutia yang menjadi koordinator sekarang. Ia bertugas menerima uang setoran dari setiap PETI sebesar Rp500 ribu per unit ponton dalam seminggu. Yang bersangkutan juga diketahui ikut langsung dalam aktivitas PETI tersebut,” ujar warga, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, pungutan tersebut diduga bukan semata-mata untuk kepentingan umum sebagaimana yang disampaikan, melainkan lebih kepada biaya pengamanan agar aktivitas PETI tetap berjalan.
“Sutia menyampaikan bahwa uang itu untuk kelurahan, namun kami menduga penggunaannya lebih kepada pengamanan. Lokasinya di Sungai Kuantan Tenang, Desa Baturijal Hulu, dengan jumlah ponton hampir 400 unit,” tambahnya.