Menanggapi hal tersebut, Sutia saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan bahwa dirinya mengumpulkan dana dari aktivitas tambang. Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat di Kelurahan Baturijal Hilir.
“Dana yang saya kumpulkan dari hasil tambang digunakan untuk kebutuhan kelurahan. Programnya antara lain pembuatan tenda sosial, perbaikan jalan menuju Pulau Raman, pembelian ambulans, serta bantuan untuk rumah ibadah,” jelas Sutia.
Baca Juga:
Ketua IWO Inhu Kecam Pencatutan Nama Media dalam Isu Pungli PETI di Peranap
Meski demikian, perbedaan persepsi antara warga dan pihak yang mengelola dana tersebut menimbulkan pertanyaan terkait transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana yang bersumber dari aktivitas yang diduga ilegal.
Di sisi lain, keberadaan ratusan ponton PETI di aliran Sungai Kuantan Tenang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Aktivitas ini dikhawatirkan menyebabkan pencemaran air, kerusakan ekosistem sungai, serta mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi informasi yang beredar, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Peranap menunjukkan respons cepat. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolsek Peranap menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan langsung turun ke lapangan.
Baca Juga:
Karyawan Kebun dan Kelompok Diduga Pencuri Sawit Nyaris Bentrok di Lubuk Batu Jaya
“Sudah kami monitor, saat ini kami sedang di lapangan. Baru hari ini kami lakukan penyelidikan,” ujarnya singkat, Selasa (14/4/2026).
Sebelumnya, Polsek Peranap juga telah melakukan razia terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut. Dalam operasi itu, sedikitnya lima unit ponton tambang dimusnahkan sebagai bentuk penegakan hukum.
Selain penindakan, aparat juga telah memberikan imbauan kepada para penambang agar tidak lagi melakukan aktivitas ilegal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa praktik PETI masih terus berlangsung, bahkan berkembang dengan pola yang lebih terorganisir.