Yoga juga menunjukkan sebuah video yang diduga merekam aktivitas pemindahan CPO di salah satu rumah makan, yakni Rumah Makan Raja, yang berlokasi di Dusun Pangkalan Kasai. Dalam video tersebut terlihat sejumlah jerigen disusun di sekitar mobil tangki.
“Setelah itu minyak dibawa ke gudang penimbunan,” tambahnya.
Baca Juga:
Pembangunan RKB SDN 009 Petalongan Dikeluhkan, Disdik Klaim Masih Masa Pemeliharaan
Sementara itu, Bayu, yang mengaku sebagai salah satu pekerja dalam aktivitas pemindahan minyak tersebut, memberikan tanggapan berbeda saat dikonfirmasi awak media. Ia menyatakan keberatan atas pihak-pihak yang menurutnya mengganggu aktivitas pekerjaannya.
“Itu kerja orang yang nggak punya pekerjaan, bang. Taunya cuma minta-minta saja, nggak mikirin orang yang kerja,” ucap Bayu. Ia menyebut bekerja kepada seseorang yang ia kenal sebagai Zulkifli, yang akrab disapa Dobrak.
Baca Juga:
Dugaan Pungli dan Kejanggalan Dana BOS di SDN 024 Hulu Peladangan Mencuat, Wali Murid dan Guru Honorer Mengaku Dapat Tekanan
Dari hasil pantauan awak media di lapangan, terdapat indikasi bahwa para pemilik usaha CPO tersebut sengaja mengalihkan lokasi parkir mobil tangki ke area rumah makan terdekat untuk menghindari sorotan. Salah satu lokasi yang disebut adalah sebuah rumah makan di Desa Talang Jerinjing.
Di tempat terpisah, Bokir, yang mengaku sebagai kepala gudang, menyampaikan bahwa aktivitas di gudang saat ini dalam kondisi sepi. Ia menyebut hanya ada dua hingga tiga mobil yang datang setiap harinya.