"Untuk saat ini kami masih menggunakan mobil pikap sebagai distribusi pengisian BBM karena mobil tangki kami sedang rusak," ujarnya.
Namun yang menjadi perhatian bukan hanya metode distribusinya, melainkan sumber BBM yang digunakan. Dugaan penggunaan Biosolar Bersubsidi untuk kegiatan usaha berskala besar menjadi persoalan serius karena berpotensi bertentangan dengan ketentuan pemerintah terkait peruntukan BBM subsidi.
Baca Juga:
Cinta Ditolak, Mahasiswa UIN Suska Bacok Rekan Kampus Pakai Kapak
Menariknya, saat awak media melakukan penelusuran di lapangan, seorang pekerja justru mempertanyakan mengapa hanya perusahaannya yang menjadi sorotan.
"Kenapa hanya kami saja yang bapak soroti? Di dalam proyek pembangunan tol ini ada tiga perusahaan atau subkontraktor yang bekerja," ucapnya.
Baca Juga:
Oknum Diduga Anggota Mengaku Kopassus Aniaya Satpam di Tapung Hulu, Lima Korban Luka-Luka – Kuasa Hukum PT NKS Desak Polisi Bertindak Tegas
Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, pada saat investigasi berlangsung hanya aktivitas pengisian BBM oleh PT Fitra Wika yang ditemukan dan terdokumentasi oleh awak media.
Biosolar Bersubsidi merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi sektor-sektor tertentu dan kelompok masyarakat yang berhak menerima subsidi energi. Tujuannya jelas, yakni menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dan mendukung sektor yang membutuhkan.
Karena itu, apabila benar terdapat perusahaan/kontraktor yang memanfaatkan BBM subsidi untuk operasional proyek bernilai miliaran hingga triliunan rupiah, maka tindakan tersebut layak dipertanyakan secara serius.