Kondisi serupa juga ditemukan di SDN 007 Tangga Batu, Kecamatan Tanjung Medan. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, terdapat pungutan sebesar Rp440.000 per siswa untuk kegiatan pelepasan 41 murid dan karya wisata ke lokasi pemandian pada 30 Mei 2026.
Guru kelas VI, Irmawati, menjelaskan bahwa sekolah hanya bertindak sebagai pelaksana kegiatan.
Baca Juga:
Pungutan Pelepasan Siswa di SDN 015 Karya Sempurna Disorot, Diduga Capai Rp200 Ribu per Siswa
"Kami hanya pelaksana. Pungutan Rp440.000 itu kesepakatan wali murid dan komite. Kegiatannya dua sesi, yaitu acara di sekolah dan rekreasi ke kolam renang di Bagan Batu," jelasnya.
Ia juga membenarkan bahwa para guru memperoleh cinderamata berupa pakaian dari dana yang dihimpun dalam kegiatan tersebut.
Maraknya pungutan yang dikemas melalui kesepakatan komite dan wali murid memunculkan kritik dari berbagai kalangan. Pasalnya, tidak semua orang tua siswa berada dalam kondisi ekonomi yang sama. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, pungutan ratusan ribu rupiah tentu bukan angka yang kecil.
Baca Juga:
Ahli Waris Debitur Layangkan Somasi Terakhir ke Bank Mandiri KCP Ujung Tanjung Lintas, Tuntut Pengembalian Sertifikat Agunan
Di sisi lain, berbagai regulasi telah mengatur secara jelas mengenai batasan penggalangan dana di sekolah negeri, antara lain PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan, serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
Ombudsman Republik Indonesia juga telah berulang kali mengingatkan bahwa pungutan untuk kegiatan perpisahan, pelepasan siswa maupun karya wisata berpotensi menjadi pungutan yang tidak diperbolehkan apabila tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, publik mendesak Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan pelepasan siswa yang menggunakan dana dari wali murid, termasuk mekanisme pengumpulan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban keuangannya.