Penelusuran juga menemukan bahwa sejumlah fasilitas hasil rehabilitasi tahun 2021 disebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
Di antaranya adalah bangunan dapur umum yang jarang digunakan.
Baca Juga:
Sering Ditertibkan Namun Tetap Sempitl, Lapak Pedagang Serobot Badan Jalan Kawasan Pajak Lama Bagan Batu
Selain itu, ruang perpustakaan berukuran cukup besar disebut masih memiliki koleksi buku yang terbatas. Di dalam ruangan tersebut terdapat sekitar 12 meja kecil tanpa kursi, sementara penerangan disebut hanya mengandalkan satu titik lampu.
Apabila kondisi tersebut sesuai fakta di lapangan, maka perhatian tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan dan pemanfaatan sarana pendidikan setelah proyek selesai dilaksanakan.
SMP Negeri 1 Tanjung Medan diketahui memiliki jumlah peserta didik kurang dari 150 orang.
Baca Juga:
Badan Jalan Lintas Riau-Sumut Depan Pajak Lama Bagan Batu Diserobot parkir, Pengguna Jalan Terancam Bahaya
Di sisi lain, sekolah juga telah memiliki aula serta sejumlah bangunan lainnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar penetapan prioritas revitalisasi senilai lebih dari Rp1,28 miliar, mengingat masih terdapat sekolah lain di Kabupaten Rokan Hilir yang membutuhkan rehabilitasi maupun peningkatan sarana prasarana.
Pertanyaan yang muncul di antaranya, apakah usulan revitalisasi telah didasarkan pada analisis kebutuhan yang komprehensif, dan apakah seluruh bangunan yang dibangun benar-benar merupakan kebutuhan prioritas sekolah.