RIAU.WAHANANEWS.CO,Rokan Hilir – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 di SMP Negeri 1 Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, dengan nilai kontrak mencapai Rp1.283.819.000, menjadi sorotan setelah sejumlah fasilitas hasil pembangunan disebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, proyek yang dikabarkan telah rampung sekitar November 2025 itu kini telah berjalan sekitar sembilan bulan. Namun, beberapa bangunan hasil revitalisasi dilaporkan masih belum difungsikan, bahkan ada yang dalam kondisi terkunci dan belum dilengkapi fasilitas pendukung.
Baca Juga:
Sering Ditertibkan Namun Tetap Sempitl, Lapak Pedagang Serobot Badan Jalan Kawasan Pajak Lama Bagan Batu
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan hasil revitalisasi, kesesuaian perencanaan, serta manfaat yang diterima oleh peserta didik.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah bangunan toilet siswa dua pintu yang dibangun melalui program revitalisasi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di sekolah, toilet tersebut hingga kini disebut belum digunakan dan masih dalam kondisi terkunci. Sementara itu, aktivitas siswa sehari-hari masih menggunakan toilet yang dibangun melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021.
Baca Juga:
Badan Jalan Lintas Riau-Sumut Depan Pajak Lama Bagan Batu Diserobot parkir, Pengguna Jalan Terancam Bahaya
Kondisi tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Apabila pembangunan toilet baru memang merupakan kebutuhan prioritas sekolah, mengapa hingga berbulan-bulan setelah proyek selesai fasilitas tersebut belum dimanfaatkan?
Sebaliknya, apabila belum dapat difungsikan karena alasan tertentu, publik berhak mengetahui penyebabnya, termasuk apakah terdapat kendala teknis, administrasi, maupun kelengkapan sarana pendukung.