“Sejak akhir Oktober 2025 yang bersangkutan tidak lagi bekerja, sehingga tidak memungkinkan dilakukan pembayaran honor untuk bulan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, untuk posisi operator sekolah, Alimin menjelaskan bahwa operator sebelumnya, Andri, telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Posisi tersebut kemudian sementara diisi oleh tenaga tata usaha honorer.
Baca Juga:
Perluas Akses Layanan, Guardian Resmikan Gerai ke-368 di Suzuya Mall Bagan Batu
Namun, menurut Alimin, kondisi saat itu juga terkendala karena perangkat laptop sekolah mengalami kerusakan sehingga aktivitas operator sekolah tidak berjalan secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Alimin juga mempertanyakan sumber informasi yang digunakan dalam pemberitaan sebelumnya. Ia menyebut terdapat kekeliruan terkait nama penjaga sekolah yang disebutkan dalam berita tersebut.
“Nama penjaga sekolah kami adalah Paino, bukan seperti yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut,” ujarnya.
Baca Juga:
Sejumlah Warga Datangi Media, Adukan Dugaan Penyerobotan Lahan di Rokan Hilir
Ia juga menyampaikan bahwa Paino mengaku tidak pernah mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada wartawan ataupun pihak lain terkait keluhan soal honor.
Lebih lanjut, Alimin menduga adanya pihak tertentu yang mencoba menggiring opini negatif terhadap dirinya maupun sekolah. Ia menyinggung adanya dugaan seseorang yang memotret dirinya saat proses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Bank Riau.
Menurut Alimin, dana BOS yang dicairkan saat itu sekitar Rp43 juta dan sebagian besar telah digunakan untuk pembelian buku pelajaran.