RIAU.WAHANANEWS.CO – Rokan Hilir
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bangko Serusa, Alimin Manurung, membantah pemberitaan salah satu media online yang menyebut dirinya menunda pembayaran honor tenaga honorer di sekolah tersebut.
Baca Juga:
Perluas Akses Layanan, Guardian Resmikan Gerai ke-368 di Suzuya Mall Bagan Batu
Alimin menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar dan berharap media menjalankan prinsip keberimbangan serta mematuhi kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
“Tidak benar seperti yang diberitakan. Saya berharap media menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan melakukan konfirmasi agar pemberitaan berimbang,” ujar Alimin dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, terdapat beberapa hal yang perlu diluruskan terkait persoalan pembayaran honor tersebut.
Baca Juga:
Sejumlah Warga Datangi Media, Adukan Dugaan Penyerobotan Lahan di Rokan Hilir
Pertama, honor penjaga sekolah bernama Paino untuk bulan November dan Desember 2025 memang belum dibayarkan. Namun, kata Alimin, hal itu sudah disepakati dalam rapat internal sekolah bahwa pembayaran akan dilakukan pada Maret 2026.
“Kami sudah membuat kesepakatan bersama dalam rapat bahwa honor penjaga sekolah akan dibayarkan pada bulan Maret 2026,” jelasnya.
Kedua, terkait honor satpam bernama Riski, Alimin mengatakan yang bersangkutan tidak lagi bekerja sejak akhir Oktober 2025. Karena itu, menurutnya tidak ada dasar untuk membayarkan honor pada bulan November dan Desember 2025.
“Sejak akhir Oktober 2025 yang bersangkutan tidak lagi bekerja, sehingga tidak memungkinkan dilakukan pembayaran honor untuk bulan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, untuk posisi operator sekolah, Alimin menjelaskan bahwa operator sebelumnya, Andri, telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Posisi tersebut kemudian sementara diisi oleh tenaga tata usaha honorer.
Namun, menurut Alimin, kondisi saat itu juga terkendala karena perangkat laptop sekolah mengalami kerusakan sehingga aktivitas operator sekolah tidak berjalan secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Alimin juga mempertanyakan sumber informasi yang digunakan dalam pemberitaan sebelumnya. Ia menyebut terdapat kekeliruan terkait nama penjaga sekolah yang disebutkan dalam berita tersebut.
“Nama penjaga sekolah kami adalah Paino, bukan seperti yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Paino mengaku tidak pernah mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada wartawan ataupun pihak lain terkait keluhan soal honor.
Lebih lanjut, Alimin menduga adanya pihak tertentu yang mencoba menggiring opini negatif terhadap dirinya maupun sekolah. Ia menyinggung adanya dugaan seseorang yang memotret dirinya saat proses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Bank Riau.
Menurut Alimin, dana BOS yang dicairkan saat itu sekitar Rp43 juta dan sebagian besar telah digunakan untuk pembelian buku pelajaran.
“Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembelian buku sekitar Rp34 juta, sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan ujian semester ganjil, termasuk biaya fotokopi soal ujian dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan menunda pembayaran honor penjaga sekolah diambil berdasarkan kesepakatan bersama dan seluruh penggunaan anggaran memiliki bukti administrasi.
“Semua penggunaan dana ada bukti kwitansinya,” tegasnya.
Sementara itu, mantan Kepala SMP Negeri 3 Bangko Serusa, Rofaah, menilai kebijakan yang diambil Alimin sudah tepat. Ia menyebut Alimin merupakan sosok yang tegas dan berperan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa selama menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
“Beliau dikenal tegas dan disiplin. Saat saya masih menjabat kepala sekolah, beliau membantu meningkatkan kedisiplinan siswa hingga berbagai kenakalan remaja di sekolah dapat diminimalkan,” ujar Rofaah saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Rofaah juga mengaku pernah merekomendasikan Alimin sebagai sosok yang layak memimpin sekolah tersebut karena dinilai memiliki kemampuan manajerial dan kedisiplinan yang baik.
[Redaktur: Adi Riswanto]