Berdasarkan data Dapodik, SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya memiliki sekitar 300 siswa terdaftar. Dengan jumlah tersebut, sekolah diperkirakan menerima dana BOS sekitar Rp 330 juta setiap tahunnya. Anggaran sebesar ini seharusnya memberi ruang yang cukup bagi pihak sekolah untuk melakukan perawatan dasar terhadap fasilitas yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
Terlebih lagi, pada tahun 2025 sekolah ini juga mendapatkan program revitalisasi dengan nilai anggaran yang cukup besar. Fakta tersebut menambah daftar pertanyaan publik mengenai efektivitas dan sensitivitas kebijakan pengelolaan anggaran oleh pihak sekolah.
Baca Juga:
Diduga Telan Dana Rp4 Miliar, Revitalisasi SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya Dipertanyakan Dinas Pendidikan Inhu Dinilai Lalai Awasi Proyek Sekolah
Upaya konfirmasi kepada Raminis selaku Kepala SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya terkait pengelolaan dana BOS dan kondisi fasilitas sekolah dilakukan melalui sambungan telepon. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sikap diam ini justru memperkuat kekecewaan publik, mengingat transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip utama dalam pengelolaan dana negara, termasuk dana BOS.
Menanggapi persoalan tersebut, pemerhati dunia pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu, Rudi Walker Purba, menyampaikan kritik tegas terhadap kebijakan pihak sekolah.
Baca Juga:
Pemberitaan Wartapoldasu.com Dinilai Tidak Sesuai Fakta, Kuasa Hukum Simarmata Paparkan Bukti Putusan Pengadilan
“Dengan jumlah siswa sekitar 300 orang, setiap tahun sekolah mengelola dana BOS kurang lebih Rp 330 juta. Seharusnya itu sudah lebih dari cukup untuk membenahi koridor yang hampir rubuh ini,” ujarnya.
Rudi menilai, jika kepala sekolah memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan kenyamanan warga sekolah, maka perbaikan fasilitas berisiko tinggi semestinya menjadi prioritas utama.
“Apalagi di tahun 2025 kemarin sekolah mendapatkan bantuan revitalisasi dengan dana yang cukup besar. Keuntungan dari kegiatan revitalisasi itu saja sudah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki koridor yang miring tersebut. Kami sangat khawatir akan terjadi insiden yang tidak diinginkan jika kondisi ini terus dibiarkan,” tegasnya.