Dalam keterangannya, Muhajirin Siringoringo juga menyoroti perbedaan perlakuan hukum dan sanksi administratif antara pejabat di Rokan Hilir dengan daerah lain.
"Saya hanya menyuarakan kebenaran dan etika birokrasi. Saya membandingkan dengan kasus di Batam, di mana oknum pejabat yang tersandung kasus serupa (video asusila) langsung dibebastugaskan demi menjaga marwah institusi. Seharusnya di Rokan Hilir juga berlaku standar yang sama. Kenapa di sini justru saya sebagai rakyat kecil yang mengkritik malah diancam akan dibunuh oleh adik kandung pejabat tersebut?" ujar Muhajirin dengan nada kecewa.
Baca Juga:
Senam Sehat Rutin Di Lapas Narkotika Rumbai Tingkatkan Kebugaran dan Kebersamaan WBP
Pihak kuasa hukum berharap Polda Riau dapat memberikan jaminan keamanan bagi Muhajirin dan memastikan proses hukum berjalan transparan demi keadilan di Bumi Lancang Kuning.
[Redaktur: Adi Riswanto]