Pernyataan tersebut menjadi satu-satunya respons resmi sejauh ini. Namun publik tentu berharap lebih dari sekadar “pengecekan”. Transparansi, evaluasi menyeluruh, serta langkah korektif nyata menjadi tuntutan yang tidak bisa lagi ditunda.
Fenomena tumpukan TBS sortiran bukanlah isu sepele. Ia merupakan alarm keras bagi tata kelola BUMN perkebunan, terlebih di tengah tuntutan efisiensi, profesionalisme, dan akuntabilitas pengelolaan aset negara.
Baca Juga:
Doli Novaisal Resmi Dilantik sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Indragiri Hulu
Manajemen PTPN dituntut untuk berhenti berlindung di balik alasan teknis, dan mulai menjawab pertanyaan mendasar:
apakah sistem pengawasan berjalan, apakah SDM dibina dengan benar, dan apakah target produksi dikejar dengan mengorbankan mutu?
Jika persoalan mendasar ini terus diabaikan, maka kerugian demi kerugian bukanlah nasib, melainkan buah dari kegagalan manajemen itu sendiri.
Baca Juga:
Empat Kawanan Diduga Pencuri Sawit di Inhu Terancam Bui
[Redaktur: Adi Riswanto]