RIAU.WAHANANEWS.CO, Indagiri Hulu –
Dugaan lemahnya manajemen pengelolaan hasil panen kelapa sawit kembali mencuat di tubuh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Air molek. Fakta di lapangan memperlihatkan tumpukan Tandan Buah Segar (TBS) hasil sortiran pabrik yang menumpuk di sekitar area kebun, bahkan hingga dekat pos keamanan.
Baca Juga:
Karyawan Kebun dan Kelompok Diduga Pencuri Sawit Nyaris Bentrok di Lubuk Batu Jaya
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah persoalan ini sekadar faktor teknis, atau cerminan kegagalan manajerial yang lebih sistemik?
Pantauan di lapangan menunjukkan jumlah TBS sortiran terbilang signifikan. Seorang petugas keamanan yang ditemui di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa TBS tersebut bukanlah buah sisa panen biasa, melainkan buah yang dikembalikan oleh pabrik pengolahan karena tidak memenuhi standar kualitas.
"Hasil produksi buah di sini tidak masuk ke pabrik PTPN, tapi ke pabrik PT SMJL( Sawit Jaya Mandiri Lestari)
Baca Juga:
Klarifikasi Terkait Sengketa Lahan Simarmata, Aris Syahputra Bantah Terlibat Jual Beli Tanah
Di Desa selabau. Jadi buah yang ada ini merupakan hasil sortiran dari pabrik. Ada sekian persen yang dikembalikan,” ujar petugas keamanan yang tengah berjaga, Rabu (10/12/2025).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa volume buah sortiran bukan jumlah kecil.
"Dalam satu minggu, rata-rata buah sortiran dari pabrik bisa mencapai sekitar 8 ton. Padahal, dalam sehari produksi TBS bisa mencapai kurang lebih 200 ton,” jelasnya.