Ia juga menyampaikan bahwa Kepala SDN 009 Petalongan sebelumnya telah menghubunginya terkait kondisi bangunan tersebut, dan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana.
Baca Juga:
Ratusan Ponton PETI Kepung Sungai Kuantan Tenang, Muncul Dugaan Pungutan Dana "Pengamanan"
Saat ditanya mengenai kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Isnanto menegaskan bahwa seluruh item pekerjaan telah dikerjakan dan diperiksa.
“Semua sudah dicek dan sudah dikerjakan. Namun di lapangan tentu masih ada kekurangan yang harus diperbaiki pada masa pemeliharaan. Secara item pekerjaan sudah dilaksanakan semua. Terkait dokumen RAB, itu merupakan dokumen dinas yang belum bisa kami perlihatkan. Nantinya akan ada tim dari Inspektorat dan BPK yang melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Sementara itu, kontraktor pelaksana kegiatan, CV Cahaya Berkilau, melalui penanggung jawab lapangan Bowo, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi oleh awak media terkait jadwal perbaikan.
Baca Juga:
Diduga PETI Masih Marak di Peranap, Penambang Setor Rp500 Ribu per Ponton Setiap Minggu, Polisi Turun Tangan Selidiki Informasi
Di sisi lain, pemerhati pendidikan sekaligus Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Rudi Walker Purba, menyayangkan masih ditemukannya keterlambatan dan kekurangan dalam sejumlah proyek pembangunan fisik di Kabupaten Indragiri Hulu.
“Kegiatan seperti ini akan tetap kami kawal. Terlalu banyak kejanggalan di lapangan yang dikerjakan oleh kontraktor tersebut. Informasi yang kami terima, keterlambatan pekerjaan tidak hanya terjadi di Dinas Pendidikan, tetapi juga di Dinas Kesehatan. Ini menimbulkan dugaan adanya monopoli pekerjaan oleh pihak tertentu,” ujar Rudi.
Rudi pun meminta agar pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek fisik yang bersumber dari dana negara.