RIAU.WAHANANEWS.CO, Indragiri Hulu-
Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri 009 Petalongan yang berlokasi di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, menuai keluhan dari sejumlah guru dan wali murid. Pasalnya, bangunan yang baru saja diserahterimakan tersebut dinilai tidak memenuhi kualitas yang diharapkan.
Baca Juga:
Korwil Bungkam, Guru Honorer 14 Tahun Mengabdi Dirumahkan Usai Kritis Soal BOS
Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah kekurangan fisik pada bangunan, di antaranya daun pintu yang tampak merenggang serta dugaan penggunaan material bermutu rendah. Selain itu, juga terlihat adanya keretakan pada beberapa bagian dinding bangunan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Isnanto, membenarkan adanya kekurangan pekerjaan dan menyatakan pihaknya telah meminta kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan.
“Untuk penggantian pintu sudah saya hubungi kontraktor yang bersangkutan, Pak Bowo, dan akan segera diganti. Pekerjaan lain yang belum sempurna masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena masa pemeliharaan masih berlaku selama enam bulan sejak serah terima,” ujar Isnanto melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga:
Diduga Akibat Terlalu Vokal Bongkar Kejanggalan Dana BOS, Guru 14 Tahun Mengabdi Dirumahkan, Kepsek SDN 024 Hulu Peladangan Bungkam
Ia juga menyampaikan bahwa Kepala SDN 009 Petalongan sebelumnya telah menghubunginya terkait kondisi bangunan tersebut, dan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana.
Saat ditanya mengenai kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Isnanto menegaskan bahwa seluruh item pekerjaan telah dikerjakan dan diperiksa.
“Semua sudah dicek dan sudah dikerjakan. Namun di lapangan tentu masih ada kekurangan yang harus diperbaiki pada masa pemeliharaan. Secara item pekerjaan sudah dilaksanakan semua. Terkait dokumen RAB, itu merupakan dokumen dinas yang belum bisa kami perlihatkan. Nantinya akan ada tim dari Inspektorat dan BPK yang melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Sementara itu, kontraktor pelaksana kegiatan, CV Cahaya Berkilau, melalui penanggung jawab lapangan Bowo, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi oleh awak media terkait jadwal perbaikan.
Di sisi lain, pemerhati pendidikan sekaligus Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Rudi Walker Purba, menyayangkan masih ditemukannya keterlambatan dan kekurangan dalam sejumlah proyek pembangunan fisik di Kabupaten Indragiri Hulu.
“Kegiatan seperti ini akan tetap kami kawal. Terlalu banyak kejanggalan di lapangan yang dikerjakan oleh kontraktor tersebut. Informasi yang kami terima, keterlambatan pekerjaan tidak hanya terjadi di Dinas Pendidikan, tetapi juga di Dinas Kesehatan. Ini menimbulkan dugaan adanya monopoli pekerjaan oleh pihak tertentu,” ujar Rudi.
Rudi pun meminta agar pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek fisik yang bersumber dari dana negara.
“Kami berharap pengawasan diperketat agar anggaran negara yang digunakan untuk kegiatan fisik benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dan sesuai peruntukannya,” pungkasnya.
[Redaktur: Adi Riswanto]