RIAU.WAHANANEWS.CO - Pekanbaru, Ratusan massa yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Riau Berdaulat (JMRB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (24/6/2026).
Aksi tersebut merupakan respons atas pernyataan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang menyebut rendahnya progres penerimaan retribusi daerah dipengaruhi oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena banyak kantin sekolah yang tidak lagi beroperasi.
Baca Juga:
Kerja Siang-Malam di Tengah Hujan, Binsar Simarmata Apresiasi Kerja Keras Tim PLN Transmisi
Pernyataan tersebut sebelumnya beredar luas di berbagai grup percakapan dan menjadi sorotan di sejumlah media massa, sehingga memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Massa aksi mulai berkumpul di sekitar Pustaka Wilayah Riau, Jalan Cut Nyak Dien, dengan membawa spanduk, baliho, serta pengeras suara. Sekira pukul 15.15 WIB, sekitar 400 peserta melakukan long march menuju gerbang Kantor Gubernur Riau sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Baca Juga:
Dirut PLN Pimpin Langsung Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra dari Pekanbaru
Koordinator Lapangan JMRB, David Jerry, dalam orasinya menilai pemerintah daerah tidak seharusnya menjadikan program nasional sebagai penyebab utama menurunnya pendapatan daerah.
"Defisit anggaran di Provinsi Riau telah terjadi sejak masa SF Hariyanto menjabat sebagai Penjabat Gubernur. Berbagai kebijakan anggaran pada saat itu dinilai melebihi kemampuan keuangan daerah sehingga memunculkan defisit dan sejumlah kewajiban tunda bayar," ujar David di hadapan massa aksi.
Senada dengan itu, salah seorang peserta aksi bernama Boy mempertanyakan relevansi kontribusi retribusi kantin sekolah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.