Belum rampungnya pekerjaan di tiga lokasi tersebut juga mendapat sorotan keras dari Ketua Lembaga Aliansi Indonesia. Ia menilai kondisi ini menjadi cerminan lemahnya fungsi pengawasan terhadap proyek fisik yang menggunakan dana negara.
Baca Juga:
Karyawan Kebun dan Kelompok Diduga Pencuri Sawit Nyaris Bentrok di Lubuk Batu Jaya
“Kami berharap pihak-pihak terkait, khususnya dinas teknis, lebih serius dan ketat dalam mengawasi kegiatan fisik yang bersumber dari uang rakyat. Jangan sampai keterlambatan seperti ini terus berulang setiap tahun. Jika progres baru 60 persen dan tidak diawasi dengan baik, sangat berpotensi berakhir mangkrak,” tegas Rudi Walker Purba saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Ia menambahkan, proyek kesehatan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut langsung pelayanan dasar masyarakat, bukan justru menjadi contoh buruk pengelolaan anggaran publik.
Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait keterlambatan penyelesaian proyek renovasi Pustu tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media belum mendapat respons.
Baca Juga:
Klarifikasi Terkait Sengketa Lahan Simarmata, Aris Syahputra Bantah Terlibat Jual Beli Tanah
Publik kini menunggu sikap tegas pemerintah daerah untuk memastikan anggaran ratusan juta rupiah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar tercatat dalam laporan administrasi, sementara bangunan di lapangan terbengkalai.
[Redaktur: Adi Riswanto]