Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM. Mereka menduga pasokan dalam jumlah besar lebih dahulu terserap oleh pihak-pihak tertentu sehingga ketika masyarakat datang untuk mengisi kendaraan, stok BBM telah menipis bahkan habis.
Warga juga mendesak pihak pertamina dan BPH Migas tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga menelusuri pola transaksi dan distribusi BBM di SPBU tersebut.
Baca Juga:
Diduga Jadi Gudang Penimbunan Solar, Belasan Baby Tank Ditemukan di Rumah Warga Kampung Dangang
Masyarakat meminta dugaan praktik deposit tersebut turut diperiksa secara menyeluruh. Pemeriksaan dari data penjualan, transaksi pembayaran, pencatatan kendaraan, penggunaan QR Code, nomor polisi kendaraan, hingga rekaman CCTV pada jam-jam tertentu.
Jika benar terdapat pihak yang melakukan pembelian atau pengambilan BBM secara besar-besaran melalui mekanisme yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat meminta agar tindakan tegas diberikan kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Baca Juga:
Penyerangan Brutal di Inhu, Lima Karyawan PT SBP Alami Luka Tembak dan Bacok
Pertamina Patra Niaga sebelumnya telah menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan distribusi BBM subsidi dan dapat mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak manajemen SPBU 14.293.613 terkait dugaan adanya sistem deposit dan pengambilan BBM dalam jumlah besar tersebut.
Retno selaku manajer SPBU juga belum memberikan tanggapan atas informasi dan dugaan yang berkembang.