"Pada 2030, kami berharap seluruh penerbangan dapat 100 persen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan," tegasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Airbus berharap dapat bekerjasama dengan banyak stakeholder, khususnya di Asia-Pasifik.
Baca Juga:
Lampaui Target, Ekspor Nonmigas Indonesia ke Mesir Capai USD 1,52 Miliar pada 2024
Kerjasama itu pun diharapkan menjadi kesempatan untuk terus berinovasi mengembangan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan dan mengatur kapasitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan.
Pada forum yang sama, CEO Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, pemenuhan bahan bakar rendah karbon membutuhkan pendekatan holistik yang meliputi pemerintah, pihak swasta, investor, hingga masyarakat.
“Kita tidak boleh menyerah meskipun ada harga yang tinggi untuk menciptakan bahan bakar rendah karbon,” katanya.
Baca Juga:
Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya Ajak Masyarakat Tingkatkan Produktivitas Kelapa Sawit
Nicke menilai, dengan pengembangan teknologi, ekosistem, regulasi, serta kesiapan masyarakat, semua pihak dapat mengurangi tantangan tersebut dalam 10 tahun mendatang.
[Redaktur: Mega Puspita]