Adapun berdasarkan survei LSI politik Indonesia, lanjut Kapolres, menyebutkan bahwa saat ini tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri mengalami peningkatan sebesar 73,2 persen pada bulan Mei tahun 2023, dimana sebelumnya sempat menyentuh angka 62,6 persen di bulan September tahun 2022.
"Selain itu, pada aspek pembinaan masih ditemukan adanya oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin, kode etik maupun pidana, sehingga menciderai nama baik dan menurunkan citra institusi," paparnya.
Baca Juga:
Dandim 0321/Rohil dan Kapolres Rohil Berbagi Sembako untuk Janda Veteran
Meski demikian, lanjutnya, anggota Polri sendiri perlu dipahami bersama bahwa kesuksesan dan capaian Polri dalam melaksanakan tugas tidak terlepas dari bantuan elemen masyarakat serta instansi terkait.
Oleh karena itu, Kapolda juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
Lebih lanjut, terkait dengan persiapan Polri dalam menghadapi agenda Nasional Pemilu serentak tahun 2024, dimana tahun ini telah memasuki beberapa tahapan dalam pelaksanaan nya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perkembangannya dan dinamika politik diprediksi akan semakin meningkat dan sarat dengan kepentingan.
Baca Juga:
Mudik Aman Keluarga Tenang: Kapolres Rohil Tinjau Posyan di Bagan Siapi-api
"Menyikapi permasalahan diatas, seluruh anggota Polri khususnya Polda Riau selain tetap berpegang teguh dan berpedoman pada prinsip netralitas dan memihak dalam penyelenggaraan Pemilu juga harus mampu menentukan langkah-langkah proaktif. Sehingga potensi konflik yang ada dapat dikelola dan diantisipasi sedini mungkin," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan beberapa pesan Kapolda Riau, diantaranya agar seluruh anggota Polri senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta menanamkan terus kesadaran diri bahwa profesi kepolisian yang dipilih merupakan wujud pengabdian yang mulia kepada masyarakat, bangsa dan Negara.
Kapolda juga, kata Kapolres, meminta agar seluruh jajaran menginventalisir permasalahan di lapangan dalam penanganan konflik sosial, meningkatkan kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi eskalasi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat, agar kehadiran aparat kepolisian tidak terkesan mendadak dalam menangani konflik komunal maupun tindakan anarkis lainnya.