RIAU.WAHANANEWS.CO - Indragiri Hulu
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, tidak hanya disorot karena dampak kerusakan lingkungan, tetapi juga karena munculnya isu pencatutan nama media dalam praktik pungutan liar (pungli) terhadap para penambang.
Baca Juga:
Diduga PETI Masih Marak di Peranap, Penambang Setor Rp500 Ribu per Ponton Setiap Minggu, Polisi Turun Tangan Selidiki Informasi
Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hulu, Rudi Walker Purba, menyampaikan klarifikasi sekaligus mengecam keras pihak-pihak yang diduga mencatut nama media untuk kepentingan pribadi.
Menurut Rudi, pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah penambang kecil di wilayah Baturijal Barat, Gumanti, Katipopura hingga Semelinang Tebing diduga menjadi sasaran pungutan rutin yang dilakukan oleh oknum tertentu di lapangan.
“Informasi yang kami terima menyebutkan adanya pungutan yang dilakukan secara berkala kepada para penambang. Bahkan, nama media disebut-sebut dalam praktik tersebut,” ujar Rudi kepada wartawan, baru-baru ini.
Baca Juga:
Karyawan Kebun dan Kelompok Diduga Pencuri Sawit Nyaris Bentrok di Lubuk Batu Jaya
Ia menegaskan bahwa organisasi wartawan maupun perusahaan pers yang tergabung dalam jaringan IWO tidak pernah terlibat dalam praktik tersebut.
“Kami tegaskan, tidak ada aliran dana dari aktivitas tambang ilegal kepada rekan-rekan media di bawah naungan IWO, termasuk media TRAN7RIAU. Jika ada pihak yang mencatut nama media, itu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.
Rudi juga menilai pencatutan nama media berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pers yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial.