Iqbal berharap agar semua pihak yang terlibat dapat bersinergi untuk mengurangi segala bentuk ancaman dan gangguan terhadap keamanan, sehingga petani, masyarakat, dan negara dapat memaksimalkan proses produksi.
Pihak-pihak yang dimaksud mencakup Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah, petani, pengusaha kelapa sawit, semua pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Baca Juga:
Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Bupati Karo: Mari Kita Bangun Pertanian Secara Produktif dan Moderen
Sementara itu, Komandan Resort Militer (Danrem) 031/Wirabima, Brigadir Jenderal (Brigjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Dany Rakca Andalasawan, berpendapat bahwa dari perspektif pertahanan, petani kelapa sawit memiliki peran sebagai komponen pendukung.
Kemudian, kata dia, hasil sawit diartikan sebagai sumber modal anggaran pertahanan.
"Menurut kami, petani sawit sudah berpotensi terhadap bela negara, dan petani sawit sebagai kekuatan komponen pendukung untuk mewujudkan pertahanan negara yang tangguh," ucap Dany.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]