“Awal daftar Rp200 ribu, uang masuk Rp11,7 juta, uang ujian Rp2,950 juta, uang wisuda Rp950 ribu. Belum lagi selama ujian ada biaya tambahan untuk dosen dan keperluan lain,” keluh sejumlah mahasiswa.
Bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah, beban ekonomi disebut semakin berat karena harus menanggung biaya tempat tinggal dan kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan.
Baca Juga:
Warga Kaget, Pria Pendiam Ini Ternyata Pembunuh Berantai Sadis di Padang Pariaman
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat sebagai perantara kelulusan masih belum memperoleh tanggapan. Sejumlah pertanyaan yang dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp disebut telah terbaca, namun belum mendapatkan jawaban.
Sementara itu, mahasiswa dan pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan pungli maupun praktik percaloan kelulusan di lingkungan kampus tersebut secara transparan dan profesional.
[Redaktur: Adi Riswanto]