RIAU.WAHANANEWS.CO, Indragiri Hulu
Kondisi infrastruktur SMA Negeri 2 Batang Gangsal yang berlokasi di Jalan Lintas Timur, Desa Ringin, Kecamatan Batang Gangsal, Provinsi Riau, menuai keprihatinan mendalam. Sekolah negeri yang baru berusia kurang lebih dua tahun sejak dibangun itu kini tampak mengalami kerusakan serius, terutama pada fasilitas sanitasi yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar bagi peserta didik.
Baca Juga:
Diduga Marak Praktik “Kencing” CPO di Jalan Lintas Sumatera, Gudang Penimbunan di Inhu Jadi Sorotan
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah toilet sekolah tidak dapat difungsikan. Selain terendam air, kondisi toilet tampak kotor, berbau menyengat, dan tidak memiliki pasokan air bersih. Tak hanya itu, beberapa pintu ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya juga terlihat rusak, menimbulkan kesan kumuh dan tidak terawat pada bangunan yang seharusnya masih tergolong baru.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh wali murid. Salah seorang orang tua siswa kepada awak media menyampaikan bahwa keterbatasan fasilitas sanitasi memaksa siswa mencari alternatif yang tidak layak.
Baca Juga:
Warga Dusun 7 Keluhkan Pungutan Ganti Rugi Tanaman dalam Pembangunan Tiang Listrik
“Kalau murid mau buang air, yang laki-laki terpaksa ke semak-semak. Sementara yang perempuan harus berjalan ke mushola terdekat yang jaraknya cukup jauh. Abang bisa lihat sendiri kondisi toiletnya, sekolah baru dibangun tapi toiletnya banjir, bau, dan tidak bisa digunakan. Air pun sudah lama tidak tersedia,” ujar wali murid tersebut dengan nada kesal.
Situasi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat sanitasi yang layak merupakan hak dasar siswa sekaligus bagian penting dari standar pelayanan pendidikan. Ketiadaan toilet yang berfungsi dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan serta keselamatan peserta didik.