RIAU.WAHANANEWS.CO, Rokan Hilir — Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang digulirkan Pemerintah untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Kecamatan Kubu-Kuba, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menuai sorotan. Sejumlah petani padi mengeluhkan tidak menerima bantuan olah lahan, benih padi, maupun racun hama pada program Oplah tahun 2024 dan 2025.
Berdasarkan hasil investigasi LSM KPK Independen Rokan Hilir, ditemukan ratusan petani padi yang lahannya masuk dalam program Oplah, namun tidak tersentuh bantuan. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya transparansi dalam penyaluran bantuan, bahkan disinyalir membuka peluang penyelewengan oleh oknum tertentu.
Baca Juga:
Diduga Terjadi Manipulasi Surat Tanah, Dua Warga Teluk Nilap Mengaku Tak Terima Ganti Rugi Penuh dari Pembebasan Lahan
“Ratusan petani padi di kecamatan Kubu dan kecamatan Kuba( kubu babussalam ) yang lahannya ikut Oplah tidak menerima bantuan penjetoran, benih padi, maupun racun hama. Kami meminta Kejaksaan Tinggi Riau turun langsung memeriksa pengurus Gapoktan, Kelompok Tani, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kubu-Kuba. Ketika dipertanyakan, pihak-pihak terkait justru saling lempar tanggung jawab,” ujar Supiar, anggota LSM KPK Independen, saat ditemui di Parit Nol, Kepenghuluan Sungai Panji-Panji, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga:
Perluas Akses Layanan, Guardian Resmikan Gerai ke-368 di Suzuya Mall Bagan Batu
Keluhan petani ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Program Ketahanan Pangan Nasional yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan, hanya bersifat formalitas di tingkat pelaksanaan.