"Saya berharap perusahaan kiranya bersedia mengubah jadwal operasional pada malam hari. Menjelang waktu berbuka, biasanya masyarakat sangat ramai melintas untuk membeli takjil. Dengan kondisi jalan yang rusak, dikhawatirkan dapat menimbulkan insiden,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan sesaat, melainkan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus menghormati kekhusyukan bulan suci.
Baca Juga:
Kesaksian Lama Terungkap, Polemik Kepemilikan Lahan di Desa Lubuk Batu Tinggal Kian Terang
LAMR Sei Lala berharap adanya sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya sehingga tercipta kenyamanan bersama. Semangat saling menghargai serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menurut Datuk Romli, sejalan dengan nilai-nilai adat Melayu yang menjunjung tinggi kebersamaan.
"Semoga peran serta dan sikap saling menghargai ini menjadi tambahan amal ibadah bagi kita semua di bulan suci Ramadhan,” tutupnya.
Imbauan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, sehingga mobilitas masyarakat selama Ramadan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Baca Juga:
Sengketa Lahan di Desa Lubuk Batu Tinggal Mulai Menemui Titik Terang
[Redaktur: Adi Riswanto]