RIAU.WAHANANEWS.CO - Tanjabbar Persoalan dugaan pemberhentian sekaligus penggantian Ketua Yayasan Kelompok Bermain (KB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Amanah di Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi, terus menjadi sorotan.
Upaya penyelesaian secara persuasif yang telah ditempuh oleh Yuliawati binti Abdul Wahid, selaku pendiri dan pemilik PAUD Amanah, hingga kini disebut belum membuahkan hasil. Sebelumnya, Yuliawati telah melayangkan surat pengaduan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tertanggal 15 Mei 2025. Selain itu, kuasa hukumnya juga mengirimkan surat somasi kepada dinas terkait pada 19 Mei 2025.
Baca Juga:
Minim Pengawasan dan Dugaan Ketidakteraturan Kerja, Normalisasi Parit di Pengabuan Dinilai Tak Berdampak
Kepada awak media melalui sambungan telepon, Yuliawati yang akrab disapa Bunda Ully memaparkan kronologi berdirinya PAUD Amanah yang menurutnya dirintis sejak tahun 2012, bertepatan dengan masa awal pemekaran Desa Dataran Pinang, Senin (15/6/2026).
"PAUD KB Amanah saya rintis sejak tahun 2012. Saat itu kami menyewa rumah warga dan mempersiapkan seluruh kebutuhan dengan biaya sendiri tanpa bantuan pemerintah maupun dana desa. Bahkan sejak awal kami sudah khawatir suatu saat lembaga yang kami bangun akan diambil alih setelah berkembang dan diakui pemerintah. Kekhawatiran itu pernah kami konsultasikan saat mengikuti pelatihan dan pembinaan pengelolaan PAUD di Jambi," ujar Yuliawati.
Baca Juga:
Bupati Tanjung Jabung Barat Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas Dua Raperda
Sebagai pemerhati anak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sekaligus pemilik yayasan, Yuliawati mengaku telah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dovitaria.
"Selama ini kami beberapa kali menerima tekanan yang menurut kami tidak sesuai dengan aturan pendidikan. Saya sudah sering mengingatkan Kabid PAUD, namun hanya berubah sementara dan kemudian kembali mencari celah yang menyudutkan lembaga kami. Bukan hanya PAUD kami, tetapi ada beberapa PAUD lain yang menurut saya juga mengalami hal serupa," katanya.
Yuliawati menduga persoalan yang dialaminya berkaitan dengan sentimen pribadi akibat sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan yang diterapkan selama beberapa tahun terakhir.