"Kami mendapat informasi dari Kabid Sarpras bahwa kegiatan revitalisasi SD–SMP sudah selesai dan sudah diserahkan ke dinas. Tapi fakta di lapangan, seperti di SMP Negeri 2 LBJ ini, jelas menunjukkan pekerjaan belum sempurna. Masih ada atap yang menganga. Jika hujan, air bisa masuk ke plafon dan menyebabkan kerusakan,” jelasnya.
Rudi menilai bahwa proses serah terima pekerjaan patut dipertanyakan. Ia menduga pihak dinas tidak melakukan pengecekan lapangan secara cermat dan menyeluruh, atau bahkan hanya mengandalkan laporan administrasi semata.
Baca Juga:
Klaim Sepihak dan Dugaan Pencurian TBS, Kebun Sawit Simarmata Dipasang Spanduk Larangan
"Kalau benar sudah dilakukan pemeriksaan fisik secara serius, mustahil kondisi seperti ini bisa lolos. Ini bukan soal estetika, tapi soal keselamatan dan kualitas bangunan pendidikan,” tambahnya.
Atas temuan tersebut, Rudi menyatakan akan menyampaikan hasil investigasi ini kepada pihak-pihak terkait, serta mendesak agar dilakukan audit ulang terhadap pengelolaan dana revitalisasi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan belum selesainya proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya.
Baca Juga:
Wakil Bupati Inhu Minta Dugaan Masalah SDN 024 Hulu Peladangan Diserahkan ke Proses Hukum
Masyarakat berharap, dinas terkait tidak bersikap defensif atau menutup diri, melainkan bersikap transparan, profesional, dan bertanggung jawab, mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari uang negara dan menyangkut kepentingan dunia pendidikan.
Proyek revitalisasi sekolah seharusnya menjadi solusi peningkatan mutu sarana pendidikan, bukan justru meninggalkan persoalan baru yang berpotensi merugikan siswa dan mencederai kepercayaan publik.
(Bersambung / Media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait)