RIAU.WAHANANEWS.CO -Indragiri Hulu
Pembangunan revitalisasi SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya (LBJ), Desa Air Putih, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, yang dikabarkan menelan anggaran hingga Rp4 miliar, menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang seharusnya rampung pada tahun anggaran 2025 itu diduga belum diselesaikan secara tuntas, meski telah dinyatakan selesai dan diserahterimakan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu.
Baca Juga:
Klaim Sepihak dan Dugaan Pencurian TBS, Kebun Sawit Simarmata Dipasang Spanduk Larangan
Hasil pantauan awak media di lokasi sekolah memperlihatkan sejumlah kejanggalan yang mencolok. Salah satu bangunan hasil rehabilitasi tampak masih memiliki atap yang menganga dan belum ditutup pada bagian ujungnya, sehingga berpotensi besar menyebabkan kebocoran saat musim hujan. Selain itu, di area lapangan sekolah masih terlihat sisa bongkaran material bangunan berserakan, yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa-siswi saat beraktivitas.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: benarkah pekerjaan revitalisasi ini telah selesai dan layak diserahterimakan?
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya, Raminis, belum bersedia memberikan keterangan secara rinci. Ia menyampaikan belum dapat memberikan konfirmasi karena harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan panitia dan pihak Dinas Pendidikan.
Baca Juga:
Wakil Bupati Inhu Minta Dugaan Masalah SDN 024 Hulu Peladangan Diserahkan ke Proses Hukum
“Mohon maaf adinda, saya belum bisa konfirmasi sekarang ini karena harus komunikasi dulu dengan semua tim panitia termasuk dengan pihak dinas ya. Maaf beribu maaf,” ujar Raminis, Jumat (06/02/2026).
Pernyataan tersebut justru menambah spekulasi publik, mengingat kepala sekolah merupakan pihak penanggung jawab serta pengguna langsung hasil kegiatan revitalisasi.
Sementara itu, Ahmadi, yang mengaku sebagai bagian logistik dari Tim P2SP kegiatan revitalisasi, menghubungi awak media dan meminta pertemuan langsung setelah disebutkan adanya dokumentasi foto kondisi bangunan.
“Assa bang… Kami mau konfirmasi masalah foto kemarin. Kapan bisa jumpa bang? Kami sudah dipanggil dinas,” ujar Ahmadi melalui pesan singkat, Senin (09/02/2026).
Namun sangat disayangkan, ketika diminta menjelaskan substansi dugaan belum selesainya pekerjaan melalui telepon, Ahmadi menolak memberikan keterangan dan bersikeras agar pertemuan dilakukan di sebuah kafe. Awak media belum dapat memenuhi permintaan tersebut karena telah memiliki agenda peliputan dengan beberapa instansi lain.
Sikap tertutup dan cenderung menghindar dari klarifikasi ini semakin memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam pelaksanaan dan pengawasan proyek.
Menanggapi kondisi tersebut, Rudi Walker Purba, salah seorang tokoh pemerhati dunia pendidikan di Kabupaten Indragiri Hulu, angkat bicara dengan nada keras. Ia mempertanyakan kinerja semua pihak yang terlibat, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu.
"Ada apa dengan kegiatan revitalisasi di Kabupaten Inhu ini? Sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menutup-nutupi kejanggalan di sejumlah sekolah penerima kegiatan revitalisasi tahun 2025,” tegas Rudi.
Rudi menyayangkan lemahnya fungsi pengawasan Dinas Pendidikan yang dalam proyek ini bertindak sebagai pengawas sekaligus pembimbing teknis. Menurutnya, dinas seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas dan kelayakan bangunan sebelum dilakukan serah terima.
"Kami mendapat informasi dari Kabid Sarpras bahwa kegiatan revitalisasi SD–SMP sudah selesai dan sudah diserahkan ke dinas. Tapi fakta di lapangan, seperti di SMP Negeri 2 LBJ ini, jelas menunjukkan pekerjaan belum sempurna. Masih ada atap yang menganga. Jika hujan, air bisa masuk ke plafon dan menyebabkan kerusakan,” jelasnya.
Rudi menilai bahwa proses serah terima pekerjaan patut dipertanyakan. Ia menduga pihak dinas tidak melakukan pengecekan lapangan secara cermat dan menyeluruh, atau bahkan hanya mengandalkan laporan administrasi semata.
"Kalau benar sudah dilakukan pemeriksaan fisik secara serius, mustahil kondisi seperti ini bisa lolos. Ini bukan soal estetika, tapi soal keselamatan dan kualitas bangunan pendidikan,” tambahnya.
Atas temuan tersebut, Rudi menyatakan akan menyampaikan hasil investigasi ini kepada pihak-pihak terkait, serta mendesak agar dilakukan audit ulang terhadap pengelolaan dana revitalisasi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan belum selesainya proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Lubuk Batu Jaya.
Masyarakat berharap, dinas terkait tidak bersikap defensif atau menutup diri, melainkan bersikap transparan, profesional, dan bertanggung jawab, mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari uang negara dan menyangkut kepentingan dunia pendidikan.
Proyek revitalisasi sekolah seharusnya menjadi solusi peningkatan mutu sarana pendidikan, bukan justru meninggalkan persoalan baru yang berpotensi merugikan siswa dan mencederai kepercayaan publik.
(Bersambung / Media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait)
[Redaktur: Adi Riswanto]