Secara sosial, dampaknya meliputi turunnya prestasi belajar, renggangnya hubungan keluarga, hilangnya kepercayaan masyarakat, hingga terlibat tindak pidana. Tak kalah penting, dijelaskan pula sanksi hukum berat yang menanti siapa pun yang terlibat, baik sebagai pemakai maupun pengedar.
Sebagai langkah perlindungan diri, pelajar diajak memperkuat iman, mematuhi nasihat orang tua dan guru, memilih teman yang positif, aktif dalam kegiatan bermanfaat, serta berani melapor jika mengetahui indikasi peredaran narkoba. Di akhir penyampaian, seluruh peserta bersemangat meneriakkan komitmen: “Say No To Drugs, Prestasi Yes, Narkoba No!”
Baca Juga:
Polsek Bagan Sinembah Salurankan Bantuan Melalui Program Jumat Sedekah
Materi dilanjutkan oleh Duta Anti Narkoba Panipahan yang menekankan bahwa narkoba bukan simbol pergaulan modern, melainkan racun yang mematikan masa depan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Maryadi menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kegiatan ini sangat berharga untuk membentuk karakter siswa yang tangguh menghadapi ancaman zaman,” ujarnya. Pihak sekolah juga menegaskan komitmennya bersinergi dengan kepolisian dan orang tua demi menjaga lingkungan pendidikan tetap bersih.
Kegiatan berjalan aman, tertib, dan mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga generasi muda Pasir Limau Kapas tumbuh menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba dan mewujudkan wilayah yang sehat, aman, serta bebas dari zat adiktif berbahaya.
Baca Juga:
Wakil Bupati Tinjau Lapas Kelas 2A Bagan Siapi-api, Apresiasi Fasilitas dan Pembinaan Warga Binaan
[Redaktur: Adi Riswanto]