RIAU.WAHANANEWS.CO - Pekanbaru Penerapan disiplin di SMA Negeri 18 Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Riau, menjadi sorotan setelah sejumlah siswa yang datang terlambat tidak diperkenankan masuk ke ruang belajar dan diminta menunggu di selasar pintu masuk sekolah, Jumat (24/7/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa siswa duduk di area pintu masuk sejak pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait bentuk pembinaan yang diterapkan sekolah.
Baca Juga:
Dana BOS Ratusan Juta untuk Perpustakaan, Mengapa Siswa SDN 181 Pekanbaru Masih Berbagi Buku?
Saat dikonfirmasi, salah seorang guru piket mengatakan kebijakan itu merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menanamkan kedisiplinan kepada peserta didik.
"Ini hukuman dari pihak sekolah, Pak, agar siswa-siswi bisa lebih disiplin terkait ketepatan waktu kehadirannya. Namun, untuk lebih jelasnya Bapak bisa menanyakan langsung kepada kepala sekolah," ujar guru piket tersebut.
Sejumlah siswa yang terlambat juga memberikan alasan berbeda. Salah seorang siswi mengatakan dirinya terlambat karena harus mengantar adiknya ke sekolah terlebih dahulu.
Baca Juga:
Fiktif atau Mark-up? Pengelolaan Dana BOS SDN 181 Pekanbaru Jadi Sorotan, Kadisdik Janji Beri Penjelasan
"Saya terlambat karena harus mengantar adik ke sekolahnya terlebih dahulu, Pak," ujarnya.
Siswi lainnya menyebut keterlambatannya disebabkan kunci sepeda motor yang tidak ditemukan.
Melihat kondisi itu, Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PALAK WATCH, Randauli, turut angkat bicara. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi siswa.
"Ini bukan lagi mendisiplinkan siswa, tetapi lebih kepada mempermalukan. Saya melihat sejak pagi hingga siang mereka dibiarkan duduk di lantai, sementara lalu lalang guru, siswa, bahkan ada rapat dari pihak luar di sekolah. Disiplin itu boleh, tetapi harus ada batas waktunya. Kasihan anak-anak didik itu, mereka tentu merasa tertekan dan malu," kata Randauli.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 18 Pekanbaru, Wan Roswita, menegaskan bahwa kebijakan itu bukan bentuk hukuman, melainkan pembiasaan belajar mandiri bagi siswa yang datang terlambat.
"Ini bukan hukuman Pak, tetapi mereka disuruh belajar sendiri. Kami hanya ingin memberikan kedisiplinan kepada siswa-siswi kami," ujar Wan Roswita.
Setelah mendapat perhatian dari awak media dan LSM PALAK WATCH, para siswa yang sebelumnya berada di selasar kemudian dipersilakan masuk ke ruang belajar.
[Redaktur: Adi Riswanto]