"Dana olah lahan baru dikucurkan sekitar 70 persen. Tapi kami akan membayar petani yang sudah menjetor ladangnya sendiri,” jelas Toimun.
Saat ditanya soal sosialisasi program, Toimun menyebut bahwa informasi sudah disampaikan melalui ketua-ketua kelompok tani.
Baca Juga:
Diduga Terjadi Manipulasi Surat Tanah, Dua Warga Teluk Nilap Mengaku Tak Terima Ganti Rugi Penuh dari Pembebasan Lahan
“Sudah pernah saya sampaikan ke ketua-ketua kelompok. Tapi begini saja bang, kalau ada petani yang sudah menjetor biaya sendiri, suruh datang ke sini, nanti kami ganti,” ujarnya.
Sejumlah petani berharap Gapoktan dapat memberikan informasi lebih terbuka dan menyeluruh terkait pelaksanaan Oplah agar tidak terjadi kebingungan maupun potensi kerugian, baik bagi masyarakat maupun negara.
Program Oplah yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional tersebut diharapkan dapat berjalan optimal, akuntabel, dan memberikan manfaat langsung bagi petani sebagai penerima utama program.
Baca Juga:
Perluas Akses Layanan, Guardian Resmikan Gerai ke-368 di Suzuya Mall Bagan Batu
[Redaktur: Adi Riswanto]