RIAU.WAHANANEWS.CO - Rokan Hilir Persoalan kebersihan kembali menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Bagan Sinembah. Tumpukan sampah yang menggunung di median Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan depan Pasar Pagi Pajak Lama, menimbulkan keluhan warga karena mengganggu kenyamanan serta merusak estetika kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pantauan awak media pada Selasa (2/6/2026), sampah masih terlihat menumpuk di lokasi tersebut. Selain mengurangi keindahan lingkungan, timbunan sampah juga menimbulkan aroma tidak sedap yang dikeluhkan warga dan pengguna jalan yang melintas.
Baca Juga:
Fun Night Run Basira: Gagas Kegiatan Positif, Cegah Bahaya Narkoba di Kalangan Generasi Muda
Sejumlah masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, mengingat lokasi itu berada di jalur utama yang menjadi salah satu wajah Kota Bagan Batu.
Ketua Umum MAPPAALHI, Habib Gultom, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, penanganan sampah yang belum tuntas dapat berdampak pada kenyamanan masyarakat serta citra daerah.
"Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup dapat segera melakukan penanganan yang lebih maksimal. Persoalan sampah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebersihan, kesehatan lingkungan, dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga:
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Panipahan Gencar Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Masyarakat
Ia menambahkan bahwa kawasan pusat kota seharusnya mencerminkan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
"Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat, Bagan Batu harus mampu menampilkan wajah kota yang bersih dan asri. Karena itu, diperlukan perhatian serius agar persoalan sampah ini dapat segera teratasi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Kecamatan Bagan Sinembah, Salisol Dimuharom membenarkan adanya kendala dalam proses pengangkutan sampah.
Menurutnya, keterbatasan armada menjadi faktor utama belum optimalnya pelayanan kebersihan di lapangan.
"Saat ini armada yang dapat beroperasi hanya satu unit. Sementara tiga unit lainnya masih dalam proses perbaikan sehingga kapasitas pengangkutan sampah menjadi terbatas," jelasnya saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan pihaknya telah beberapa kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah kabupaten agar mendapat perhatian dan dukungan dalam penyediaan sarana operasional yang memadai.
"Kami sudah berupaya melaporkan kendala ini ke tingkat kabupaten. Harapannya ada solusi agar pelayanan pengangkutan sampah dapat kembali berjalan maksimal dan penumpukan di sejumlah titik bisa segera ditangani," katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, tumpukan sampah di kawasan depan Pasar Pagi Pajak Lama masih terlihat dan belum seluruhnya terangkut. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar persoalan kebersihan tidak berlarut-larut dan lingkungan tetap terjaga.
[Redaktur: Adi Riswanto]