RIAU.WAHANNEWS.CO, Indragiri Hulu, Riau Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 003 Pasir Bongkal, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, kembali menjadi sorotan publik. Kepala sekolah setempat diduga melakukan mark up pada pos pembayaran honor, berdasarkan data realisasi Dana BOS Tahun Anggaran 2025 Tahap I.
Dugaan ini mencuat setelah awak media melakukan kunjungan langsung ke sekolah yang berlokasi di Jalan Bandar Padang,Pasir Keranji tersebut. Dalam keterangannya, Kepala SDN 003 Pasir Bongkal, Burniati Azmi, menyampaikan bahwa jumlah tenaga honorer yang menerima gaji dari Dana BOS pada tahun 2025 hanya satu orang, yakni penjaga sekolah.
Baca Juga:
Diduga Pungli Berkedok Seragam dan Uang Pembangunan, SMKN 1 Seberida Tuai Sorotan, Kepsek Masih Bungkam
"Jumlah tenaga honor yang mendapatkan gaji dari Dana BOS tinggal satu orang di tahun 2025 ini, yaitu penjaga sekolah,” ujar Burniati Azmi kepada awak media, Kamis (11/12/2025).
Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan data yang berhasil dihimpun. Berdasarkan laporan realisasi Dana BOS Tahap I Tahun 2025, sekolah tersebut tercatat mengalokasikan anggaran sebesar Rp24.600.000 untuk pos “pembayaran honor”.
Jika anggaran tersebut dibagi untuk periode enam bulan (Tahap I), maka nominal yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp4.000.000 per bulan. Angka ini dinilai janggal mengingat hanya satu tenaga honorer yang disebut menerima gaji dari dana tersebut.
Baca Juga:
Diduga Dipaksakan, Pembelian TKD Desa Sibabat Seret Dana BUMDes Rp50 Juta
Ketika dikonfirmasi, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Sungai Lala, Bambang, menyatakan bahwa SDN 003 Pasir Bongkal telah menjadi salah satu sampel audit Inspektorat Kabupaten Indragiri Hulu.
“Saya tidak begitu memahami setiap pos pembayarannya. Yang saya tahu semua sekolah sudah dilakukan rekonsiliasi oleh Dinas Pendidikan. Untuk Tahap I kemarin, ada empat kecamatan yang dilakukan audit oleh Inspektorat, termasuk Kecamatan Sungai Lala, dan SDN 003 Pasir Bongkal menjadi salah satu sampel,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa tidak ada temuan Inspektorat pada pos pembayaran honor di sekolah tersebut.