Riau.WahanaNews.co - Proyek rehabilitasi ruang kelas belajar (RKB) di SMP Negeri 1 Bagan Sinembah, yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah, menimbulkan polemik di kalangan orang tua siswa. Dampaknya, siswa-siswi sekolah menengah ini terpaksa harus belajar daring.
Keputusan ini telah mengecewakan dan membuat kesal banyak orang tua siswa. Mereka merasa bahwa proses pembelajaran daring tidak efektif, dan sejumlah siswa termasuk orang tua siswa juga merasa kesulitan.
Baca Juga:
Pasar Murah Minyak Goreng Kembali Digelar, Disperindagsar Gandeng Distributor
Para orang tua siswa menyayangkan bahwa sekolah tidak mengambil alternatif lain selain menghentikan proses belajar siswa saat ruang kelas direhabilitasi. Mereka berpendapat bahwa pembangunan dapat dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap proses belajar siswa.
Upaya awak media untuk mencari klarifikasi dari kepala Sekolah SMP N 1 Bagan Sinembah mengenai hal ini tidak membuahkan hasil, karena kepala sekolah tidak ditemukan ketika mencoba mengkonfirmasikan masalah ini pada Sabtu (30/09/23).
Sebagian guru yang ada di sekolah saat itu pun juga tidak bisa memberikan informasi yang memadai.
Baca Juga:
Kepenghuluan Bahtera Makmur Berkolaborasi dengan Puskesmas Gelar Posyandu Balita
Situasi ini memunculkan kekecewaan dan ketidakpuasan di kalangan orang tua siswa serta siswa sendiri terkait pengaruh negatif yang timbul akibat pembangunan tersebut.
[Redaktur: Mega Puspita]