RIAU.WAHANANEWS.CO | Rokan Hilir –
Ironi memalukan kembali tersaji di jantung Kota Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Tepat di sepanjang Jalan Lintas Sumatera,urat nadi transportasi antarprovinsi,trotoar di depan Pajak Lama yang semestinya menjadi fasilitas publik justru menjelma menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) liar.
Baca Juga:
Potret Buram Pendidikan di Rokan Hilir: Kepala SDN 025 Kelompok Tani Jarang Hadir, Dinas Pendidikan Dinilai Tutup Mata
Gunungan sampah rumah tangga dan limbah pasar tampak menggunung, membusuk, dan meluber hingga ke badan jalan. Aroma menyengat bercampur pemandangan kumuh menjadi “suguhan” harian bagi pengguna jalan. Kondisi ini bukan sekadar mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi serius mengancam kesehatan masyarakat.
Persoalan sampah ini bukan barang baru. Dari tahun ke tahun, lokasi strategis tersebut berulang kali berubah fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar tanpa penanganan tuntas. Publik menilai, lemahnya pengawasan dan minimnya solusi konkret dari pemerintah,mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten menjadi faktor utama persoalan ini terus berulang.
Baca Juga:
Warga Gotong Royong Bersihkan TPU Tanjung Lumba-Lumba Sambut Ramadan
Kesadaran masyarakat memang masih menjadi tantangan. Namun pembiaran yang terjadi menunjukkan adanya kegagalan sistemik dalam pengelolaan kebersihan. Tanpa pengawasan ketat, sanksi tegas, dan sistem pengangkutan yang konsisten, masalah ini seolah dibiarkan menjadi rutinitas tahunan.
Kekecewaan warga pun kian memuncak. Seorang warga Bagan Batu yang enggan disebutkan namanya mengaku muak dengan kondisi yang tak kunjung berubah.
“Ini bukan kejadian baru. Lagu lama yang terus diulang. Tiap tahun sampah menumpuk sampai ke jalan, baunya ke mana-mana. Kami bertanya-tanya, di mana tanggung jawab pemerintah? Jangan sampai dibiarkan jadi sumber penyakit,” ujarnya dengan nada kesal, Senin (19/01/2026).
Ia juga menyoroti dampak buruk terhadap citra daerah.
“Ini Jalan Lintas Sumatera, orang dari berbagai daerah lewat. Apa tidak malu wajah Bagan Batu jadi seperti ini hanya karena urusan sampah tidak pernah dibereskan secara serius?” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa sampah tersebut akan segera diangkut.
“Besok diangkat ya. Kemarin ada kendala minyak,” singkatnya.
Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab akar persoalan. Publik berharap pemerintah daerah tidak sekadar reaktif memadamkan keluhan, melainkan menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, transparan, dan terukur, agar ironi di jalur utama Sumatera ini tidak terus berulang.
Jika tidak, Jalan Lintas Sumatera di Bagan Batu akan terus menjadi saksi bisu: sampah menumpuk, keluhan warga berulang, dan negara kembali absen dari ruang publiknya sendiri.
[Redaktur: Adi Riswanto]