WahanaNews-Riau | Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membongkar rencana Indonesia Battery Corporation (IBC) mengakuisisi produsen mobil listrik asal Jerman dengan harga mahal.
Ahok menuturkan, rencana akuisisi itu dibalut dengan alasan agar Indonesia bisa menembus pasar mobil listrik Amerika Serikat dan China.
Baca Juga:
RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya
Rencana itu ditentang Ahok karena tak masuk akal dan berpotensi merugikan negara.
Ahok membeberkan, perusahaan mobil listrik asal Jerman itu mau diakuisisi dengan harga yang menurutnya terlalu mahal.
Perhitungan harga sahamnya menggunakan future valuation dengan alasan bisnisnya bakal bagus di masa mendatang.
Baca Juga:
WK Rokan Jadi Andalan Ketahanan Energi Nasional, DPR Pantau Strategi Peningkatan Produksi PHR
Tapi, Ahok berpendapat bahwa perhitungan nilai perusahaan mobil listrik asal Jerman itu mengada-ada, karena bisnis kendaraan listrik masih belum pasti.
Dasar perhitungannya tidak kuat.
Ahok menduga, ada permainan di situ, ada gelagat niat buruk. [afs]